TELAGA ILMU
Di pinggir telaga yang airnya bening,dalam dan luas berdirilah seorang anak muda dengan muka kusut,badan lemah dan pandangan mata yang kosong,hampa dan menampakan kebimbangan,sudah lebih dari 2 jam pemuda itu terus berdiri dan memandang kearah air telaga didepanya seolah olah air telaga itu melambai lambai mengajaknya menari bersama dengan diiringi musik tiupan angin.akhirnya pemuda itu sudah tak tahan lagi hendak melompat kedalam telaga itu,tapi sebelum pemuda itu kesampaian niatnya sebuah tangan menariknya kebelakang sambil berkata" apa yang akan kamu lakukan wahai anak muda?ternyata yang menyambar tangan pemuda itu adalah seorang tua dengan sorot mata yang teduh,raut muka yang bersinar,dan badan yang segar menampakan kebijaksanaan,Dengan jawaban yang gugup dan terbata bata pemuda itu menjawab "wahai bapak tua lepaskan tanganku aku mau masuk kedalam telaga ini biar aku mati
tenggelam didalamnya bersama dengan semua beban hidup yang berat seperti yang saat ini aku rasakan,aku sudah tidak kuat menanggung beban hidup ini.....Dengan penuh kesabaran bapak tua itu tersenyum sambil berkata "tunggu anak muda ...jangan keburu nafsu,kamu boleh bunuh diri tapi tunggu aku disini sebentar" lalu bapak tua itu mengambil cangkir dari tas kainya dan mengambil secangkir air bening dari telaga itu dan memasukan segenggam garam kedalam cangkir itu dan berkata kepada pemuda itu"anak muda minumlah secangkir air kolam yang telah aku beri garam ini"..Lalu sipemuda itu menerima dan meminumnya.setelah melihat si pemuda itu telah menghabiskan air minum yang telah diisi garam bapak tua itu bertanya"bagaimana rasanya?Asin jawab pemuda itu,setelah itu bapak tua itu menaburkan segenggam garam ke telaga itu dan menyuruh sipemuda itu untuk turun dan langsung minum air telaga,setelah langsung turun minum dari air telaga sipemuda itu naik lagi,dan bapak tua itu bertanya bagaimana rasanya ?Segar jawab pemuda itu,Tersenyumlah bapak tua itu sekarang kamu telah mengerti wahai anak muda bahwa seberat apapun permasalahan hidup kita itu tidaklah tergantung kepada masalah itu tapi tergantung kepada wadah kita untuk menampung masalah itu,jika wadah dalam diri luas dan seluas samodra niscaya kita akan bisa menampung seluruh permasalahn yang ada pada diri kita,pemuda itu menganggu angguk sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada bapak tua itu siap menyongsong masa depan yang gemilang.
SALAM
Mbah Suthu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar